SALAH satu penyakit mengerikan yang patut ditakuti masyarakat adalah gonore. Penyakit seksual menular ini disebabkan oleh bakteri dan menempati urutan kedua paling banyak di Inggris.

Meski demikian sejumlah penelitian terbaru menyatakan bahwa penyakit seksual ini tidak hanya bisa ditularkan lewan kontak organ genital, melainkan bisa melalui ciuman. Akibatnya seseorang yang terinfeksi bisa mengalami gonore tenggorokan (orofaringeal).

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sexually Transmitted Infections, “ciuman dalam” atau biasa disebut dengan ciuman Prancis atau berciuman dengan lidah bisa menjadi jalan utama penyebaran infeksi.

Ilustrasi ciuman

Gonore dapat berkembang di rektum, tenggorokan, serta mata dan mungkin menjadi semakin sulit diobati karena jenis-jenis infeksi tertentu kebal terhadap antibiotik. Juru kesehatan masyarakat selalu menyarankan orang untuk mengurangi risiko tertular gonore melalui penggunaan kondom.

Namun temuan baru dari tim peneliti di Melbourne, Australia menunjukkan bahwa metode ini masih tidak cukup. Untuk menganalisis apakah penyakit seksual ini dapat menyebar melalui ciuman, para peneliti mengumpulkan data dari 3.091 pria di sebuah layanan kesehatan masyarakat utama di Melbourne dari 2016 hingga 2017.

Semua jenis pasangan menjadi sampel, termasuk gay atau biseksual yang merupakan kriteria, Profesor Eric Chow dari Melbourne Sexual Health Centre. Menurut penelitian tersebut gonore lebih lazim terjadi di komunitas gay dan biseksual daripada heteroseksual di Australia.

Peserta diminta untuk mengisi survei yang menggambarkan praktik seksual mereka dengan pasangan pria dalam tiga bulan terakhir. Mereka juga harus menyatakan apakah berciuman dengan pasangan tetapi tidak melakukan hubungan seks, melakukan hubungan seks tetapi tidak mencium, dan mencium serta berhubungan seks.

Hampir semua laki-laki (95 persen) melaporkan telah mencium dan berhubungan seks. Sementara itu, 70 persen mengatakan mereka hanya berciuman dengan pasangannya dan 38 persen melaporkan hanya berhubungan seks dengan pasangan.

Sekitar satu dari empat pria yang terlibat dalam penelitian ini memiliki ketiga kategori tersebut dalam tiga bulan terakhir. Hanya 1,4 persen yang secara eksklusif memiliki pasangan yang hanya berciuman.

Ilustrasi pasangan

Namun proporsi pria yang dites positif mengidap gonore tenggorokan lebih tinggi daripada mereka yang hanya melakukan hubungan seks tanpa berciuman.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh, kemungkinan tes positif untuk gonore tenggorokan adalah 46 persen. Hasil ini lebih tinggi di antara peserta yang memiliki empat atau lebih pasangan yang hanya berciuman dalam tiga bulan terakhir.

Sebagaimana dilansir, Independent, Minggu (8/9/2019) hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa gonore tenggorokan dapat menyebar melalui ciuman lidah saja. Tetapi mereka dengan jelas menyatakan bahwa penelitian ini hanya observasional dan tidak dapat mengkonfirmasi sebab dan akibat.

“Telah diusulkan bahwa gonore dapat ditularkan melalui ciuman, tetapi ciuman selalu diabaikan sebagai faktor risiko penularan gonore,” terang Chow.

Beberapa cara untuk menguranginya adalah dengan menggunakan obat kumur antiseptik. Metode ini dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi risiko gonore tenggorokan.

“Ini sangat relevan dalam konteks laporan terbaru dari Neisseria gonore yang sangat resisten (alias super-gonore). Dan tantangan yang diketahui terkait dengan pengobatan antimikroba dari gonore orofaringeal,” lanjutnya.

kumur kumur

Namun, Chow menjelaskan bahwa penelitian lebih lanjut sangatlah diperlukan. Saat ini timnya sedang melakukan uji klinis untuk memeriksa apakah penggunaan obat kumur sehari-hari dapat mencegah gonore.

NHS menyatakan bahwa gejala gonore pada wanita mungkin termasuk rasa sakit saat buang air kecil, keputihan yang tidak biasa atau perdarahan di antara periode. Untuk pria, gejalanya bisa berupa peradangan pada kulup dan keluarnya cairan yang tidak biasa dari atas alat kelamin.

ori