JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Periode 2019-2024 akan dilantik pada Selasa 1 Oktober 2019. Mereka akan diambil sumpah sebagai para wakil rakyat terpilih hasil Pemilu Serentak 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 575 orang sebagai anggota DPR terpilih periode 2019-2024 yang tersebar dari 80 daerah pemilihan. Mereka akan dilantik pada 1 Oktober 2019.

Ilustrasi (foto: Okezone)

Penetapan tersebut dilakukan setelah KPU melakukan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Suara Sah Secara Nasional Pemilu 2019 Pasca Putusan MK dan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPR dan DPD Pemilu 2019 yang berlangsung di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 31 Agustus 2019.

“Penetapan dilakukan setelah KPU menindaklanjuti melaksanakan putusan MK,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam rapat pleno.

Nantinya para calon anggota legislatif yang terpilih akan dilantik dan diambil sumpah sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, yaitu 1 Oktober 2019.

Pesan untuk Wakil Rakyat Baru

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah akan selesai masa jabatannya pada akhir September ini. Dia pun memberikan pesan kepada calon anggota DPR yang baru pertama kali menjabat agar tak terlalu banyak bicara.

“Mulailah minggu pertama bulan-bulan pertama banyak baca, jangan banyak omong, baca konstitusi amandemen sampai 4 kali, baca MD3 secara detail dan tatib yang lama,” kata Fahri saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 27 September 2019.

Fahri Hamzah (foto: Okezone)

Dia juga menjelaskan apabila 60 persen anggota DPR periode baru adalah pendatang baru. Fahri meminta agar mereka cepat beradaptasi dengan tugasnya.

“Anggota DPR akan dateng harus bekerja dan belajar lebih cepet dari yang lalu, terutama dengan anggota yang baru,” tuturnya.

Tak lupa, Fahri juga berharap agar nantinya pimpinan DPR periode 2019-2024 tak menjaga jarak dengan awak media dan jangan malah menutup diri. “Jangan anggap jadi pimpinan DPR terlaku banyak ruang tertutupnya tak baik. Dia harus terbuka, apa adanya. Ini yang akan sebabkan DPR lebih tanggap terutama dengan anggota baru,” pungkas Fahri.

Sementara Pendiri dan CEO Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengingatkan anggota DPR yang baru tidak mudah tergoda dengan kurpsi.

Menurutnya Anggota DPR RI periode 2019-2024 banyak diisi oleh wajah baru. Usia mereka pun terbilang banyak yang masih muda dan merupakan generasi milenial atau di bawah 30 tahun. Berdasarkan catatan KPU terdapat sepuluh caleg terpilih menjadi anggota muda di DPR.

Dia menambahkan, mereka harus hati-hati mengingat citra DPR yang erat dengan persoalan tersebut. “Jangan sampai anggota DPR kita terjebak kasus korupsi, pembahasan budget harus penuh ke hati-hatian, sebab ini perangkap yang banyak menyendera anggota DPR,” urai Pangi kepada Okezone.

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Pangi mengungkapkan, selama ini banyak sekali anggota DPR yang terjebak dalam kasus korupsi. Mereka bermain di wilayah anggaran, kuota impor sehingga hal itu harus diantisipasi.

Selain itu, Pangi juga mengingatkan, agar anggota DPR baru nantinya tidak melupakan konstituennya di daerah. Menurutnya sudah sangat tepat apabila anggota terpilih rajin menemui pemilihnya di daerah jangan sampai hanya waktu tertentu baru ingat rakyat di dapil.

Sedangkan, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menganggap wajah-wajah baru anggota DPR RI terpilih 2019-2024 tidak membawa dampak yang baru dari anggota dewan periode sebelumnya.

“Saya meyakini wajah baru DPR itu tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya,” ujar Ujang saat bebincang dengan Okezone.

Kendati demikian, ia tetap berharap kalau para anggota parlemen senayan tersebut bisa bekerja dengan meningkatkan kualitas dan dapat menciptakan regulasi-regulasi yang mewakili suara rakyat.

Oleh sebab itu, Ujang mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada para anggota DPR periode mendatang agar bisa melihat pembuktikan mereka dalam membuat kebijakan.

‘PR’ Wakil Rakyat Periode 2019-2024 Usai Dilantik

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, berdasarkan hasil rapat Bamus (Badan Musyawarah) yang dilakukan sebelum rapat paripurna menghasilkan kesepakatan apabila lima Revisi Undang-Undang (RUU) dilanjutkan atau di carry over pengesahannya pada periode 2019-2024 seusai dengan UU Pembentukan Peraturan Perundangan yang baru direvisi.

“Sebelum rapat paripurna ini telah diadakan rapat bamus antar pimpinan DPR dan seluruh unsur pimpinan fraksi, dan komisi terkait usulan penundaan atau carry over beberapa rancangan undang-undang yang akan kita selesaikan pada periode ini,” kata Bamsoet di ruang sidang, Senin (30/9/2019).

Ketua DPR Bambang Soesatyo Temui Keluarga Korban Lion Air di Bandara Soetta, Tangerang (foto: Anggun/Okezone)	 

Adapun kelima RUU tersebut adalah RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Minerba, RUU Perkoperasian, dan RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

“Seluruh fraksi juga memahami situasi sehingga menyetujui RUU tersebut ditunda dan dicarry over pada masa persidangan pertama pada periode yang akan datang,” jelas dia.

Hingga akhirnya, Bamsoet pun kembali bertanya kepada anggota yang hadir di ruang rapat paripurna apakah keputusan itu dapat disetujui.

“Apakah dapat disetujui?” tanya Bamsoet.

“Setuju,” jawab anggota dewan yang hadir diikuti ketukan palu.

Rakyat Indonesia menanti para Wakil Rakyat di parlemen bisa menepati janjinya saat kampanye setelah mengucap sumpah dan dilantik pada 1 Oktober 2019. Semoga, anggota DPR periode 2019-2024 membawa perubahan yang lebih baik untuk Tanah Air.

ori