SEBUAH kisah memilukan dibagikan oleh netizen bernama Ivana Kurniawati. Dalam postingan instagram terbarunya, wanita asal Indonesia yang kini tengah menetap di Thailand itu mengunggah serangkaian foto yang berhasil memancing perdebatan di kalangan netizen.

Pada unggahan tersebut, Ivana membagikan beberapa foto sampah plastik yang ternyata merupakan produk asli Indonesia. Sampah-sampah plastik yang dibuang di perairan Indonesia itu diduga telah sampai di Negeri Gajah Putih.

Ya, foto yang dibagikan Ivana diambil di pinggir pantai Nai Yang, Phuket, Thailand, Minggu 11 Agustus 2019. Untuk menjelaskan duduk masalah, Ivana melengkapi foto itu dengan sebuah tulisan singkat yang ia beri judul ‘Sampah Kita Nyasar Di Negeri Orang’. Tulisan ini membeberkan secara gamblang persoalan sampah-sampah plastik tersebut.

 Tulisan ini membeberkan secara gamblang persoalan sampah-sampah plastik tersebut.

Kejadiannya bermula ketika warga Phuket tengah membersihkan sampah-sampah plastik di pantai Nai Yang. Kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela sebagai antisipasi musim hujan yang telah membawa sampah-sampah plastik di sejumlah pantai.

Tapi tidak disangka, Ivana menemukan pemandangan yang sangat mengejutkan ketika sedang serius mengikuti kegiatan coastal cleaning itu. Selidik punya selidik, sebagian besar sampah yang berhasil ia identifikasi ternyata berasal dari Indonesia.

“Sebagian besar! Entah sudah berapa tahun sampah itu mengambang di lautan,” tegas Ivana.

Hasil pantauan Okezone, sampah-sampah yang ditemukan Ivana berasal dari beberapa produk makanan seperti kemasan sambal cabai hasil produksi PT Mitra Inti Rasa, gelas plastik Ale-Ale, dan kemasan popmie dari Indofood. Bahkan terselip pula sepasang sandal jepit asli Indonesia bermerek Swallow.

Sebabkan Kematian

Selain sampah-sampah plastik, Ivana dan warga lokal juga menemukan seekor penyu yang mati dengan kondisi tubuh terlilit sampah. Ia pun merasa tertegun melihat pemandangan tersebut.

Pasalnya, selama ini, Ivana hanya menyaksikan pemandangan seperti itu di media sosial dan tayangan televisi. Ironisnya, hewan tersebut mati di atas tumpukan sampah-sampah plastik asal Indonesia.

“Butuh waktu dan tenaga banyak untuk membersihkan sampah-sampah ini, pun masih menyisakan mikro plastik. Sedangkan mikro plastik yang masih ada di lautan itu jadi konsumsi hewan-hewan laut, dan hewan-hewan laut itu juga yang jadi konsumsi di meja makan kita,” ungkap Ivana.

Tidak banyak yang bisa ia lakukan selain membagikan berita buruk ini. Semacam tamparan keras bagi masyarakat Indonesia agar lebih memperhatikan lagi isu lingkungan, khususnya persoalan sampah plastik sekali pakai.

“Aku sangat malu, berkali-kali aku meminta maaf pada masyarakat yang kutemui di pantai ini dan aku tahu kata maaf tidak cukup,” kata Ivana.

View this post on Instagram

• SAMPAH KITA NYASAR DI NEGERI ORANG! Sudah beberapa hari masyarakat di Phuket, Thailand secara sukarela membersihkan sampah di pantai. Musim hujan angin telah membawa sampah-sampah itu ke sini. Yang mengejutkan (dan tentu memalukan) bagiku adalah sebagian besar sampah yang bisa kuidentifikasi datang dari Indonesia! Sebagian besar! Entah sudah berapa tahun sampah itu mengambang di lautan. Ada juga hewan yang mati terdampar dengan sampah terlilit di tubuhnya. Aku percaya teman-teman sudah sering melihat gambar serupa, hari ini mataku menyaksikan sendiri hewan-hewan yang mati itu dengan sampah di sekelilingnya dari negeri kita yang datang bermil-mil jauhnya. Butuh waktu dan tenaga banyak untuk membersihkan sampah-sampah ini, pun masih menyisahkan mikro plastik. Sedangkan mikro plastik yang masih lautan itu jadi konsumsi hewan-hewan laut, dan hewan-hewan laut itu juga yang jadi konsumsi di meja makan kita. Tak banyak yang bisa kulakukan selain membagikan berita buruk ini, sebuah tamparan bagi kita semua. Aku sangat malu, berkali-kali aku meminta maaf pada masyarakat yang kutemui di pantai ini dan aku tahu kata maaf tidak cukup. Semoga kita terus belajar bertanggung jawab, mungkin kita belum bisa berbuat sesuatu yang berarti tapi aku percaya kita selalu bisa memulai sesuatu dari diri kita sendiri. Nai Yang Beach, Phuket, Thailand, 11 Agustus 2019

A post shared by ivana (@ivana_kurniawati) on

“Semoga kita terus belajar bertanggung jawab, mungkin kita belum bisa berbuat sesuatu yang berarti. Tapi aku percaya kita selalu bisa memulai sesuatu dari kita sendiri,” pungkasnya.

Melihat unggahan Ivana yang viral di berbagai media sosial, netizen Indonesia pun turut berkomentar. Namun kali ini, mereka terbagi menjadi dua kubu. Ada yang setuju dan prihatin seperti Ivana, ada juga yang mempertanyakan lebih dalam tentang asal usul sampah-sampah itu.

“Tolong dikroscek dulu, di Thailand banyak toko yang jual produk Indonesia Raya tercinta. Yang beli bukan cuman orang Indonesia, jangan main hajar orang Indonesia penyebabnya.. please,” tulis akun @galihpurwandaruu.

Okezone tergelitik untuk menelusuri keberadaan toko-toko maupun restoran yang menjual kuliner khas Indonesia. Hasil penelusuran kami, ternyata hanya ada satu restoran Indonesia di kawasan Phuket, Thailand. Restoran itu bernama Nuri’s Restaurant.

Restoran ini terletak di daerah strategis di Pantai Patong. Kapasitasnya memang terbilang besar bisa menampung hingga 560 pengunjung. Sementara untuk menunya sendiri, restoran ini menjual berbagai kuliner Nusantara seperti mi goreng, nasi goreng, dan masih banyak lagi.

Akun @anazgoden9 memiliki pendapat yang berbeda. Ia mengatakan bahwa kejadian ini adalah hal yang wajar, bahkan Malaysia pun pernah mengalaminya.

“Coba nonton acara ‘The Law of Jungle’ episode Pulau Sabah. Disana juga banyak sampah terdampar dari seluruh dunia. Ada kipas angin, sandal jepit, pokoknya sampah bener-bener sampah. Semoga kita gak buang sampah sembarangan ya. Miris liatnya, di laut itu kan juga ada penghuninya juga,” tulis @anazgoden9.

Miris liatnya, di laut itu kan juga ada penghuninya juga,

Ada juga netizen yang berasumsi bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk menanggulangi isu sampah plastik ini masih sangat rendah. Contohnya seperti pengalaman yang dibagikan oleh akun @kiyoshi99z.

“Ya wajar sih. Temen gw orang rantau dia tinggal di daerah Bekasi, tiap hari buang sampah seenak jidat dia kadang ke selokan, kadang di jalanan. Dia bilang bodo amat sama kota (Bekasi) ini, yang penting pas di kampung kelahirannya, dia ga gitu. Asal kota kelahiran dia bersih. (Based on true story),” ungkapnya.

Terlepas dari mana asal usul sampah tersebut, apakah benar-benar berasal dari perairan Indonesia, atau ulah penduduk lokal yang membeli makanan Indonesia di kawasan Phuket, kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi kita untuk lebih aware terhadap isu sampah plastik yang kian memprihatinkan.


ori