PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di beberapa tempat di Sumatera dan Kalimantan. Bahkan, dampak kabut asap sangat terasa di kawasan Palembang, Sumatera Selatan.

Kabut asap ini dirasakan warga sekitar saat mudik akhir pekan yang menjadi rutinitas yang biasa disebut “mudik ke dusun”.

Kali ini, Okezone akan menelusuri perjalanan Mudik ke Dusun yang akan melintasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Indralaya – Palembang yang biasa ditempun sekira 2 jam demi mengobati rasa rindu terhadap orangtua.

Suasana jalan yang ditempuh, kiri-kanannya terjadi kebakaran Lahan. Petugas dari Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli Karhutla terlihat sibuk memadamkan api.

Helikopter Waterbombing juga terlihat sibuk mengambil air dari kanal dan mengebom titik api dengan air supaya padam. Perjuangan dari mereka memang patut diapresiasi.

Helikopter

Baca Juga: BNPB : Asap Karhutla Tak Sampai ke Singapura dan Malaysia

Namun, saat memasuki wilayah Pemulutan kabut asap pekat mulai terlihat dan tercium bau menyengat, sontak kaca yang masih ada celah sedikit terbuka langsung ditutup supaya asap tidak masuk ke dalam mobil.

“Hemm sedikit aman,” dalam hati membatin. Namun bukan hanya itu, kabut asap tebal ini mulai menggangu jarak pandang pengendara. Sesama pengendendara masih harus menghidupkan lampu depan untuk memberi tanda ke pengedara lain.

“Kabut sudah mulai tebal, bahaya ini kalau lampu tidak dihidupkan,” kata Mahmud (32) pria dua anak ke Okezone. Okezone pun mengangguk tanda mengerti.

Okezone meminta berhenti sebentar di perempatan jalan masuk ke pintu Tol Palindra. Di persimpangan jalan itu, seorang pengendara lain berhenti dan membuka kacanya memberi nasihat agar berhati-hati.

“Hati-hati sangat bahaya tadi kami hampir menabrak dua kendaraan lain. Tadi kami lewat Tol Palindra,” ucap pengendara tersebut sambil melambaikan tangan.

Usai mengambil foto suasana jalan yang dipenuhi oleh kabut asap kami pun melanjutkan perjalanan dengan was-was. Bagaimana tidak, perjalanan ini bagai berada di atas awas. Kiri, kanan, depan belakang dipenuhi kabut asap tebal.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumatera Selatan, 07 September 2019 kemarin, Kualitas udara masih dalam katagori baik.

“Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh terhadap tumbuhan, bangunan, maupun nilai estetika,” rilis Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, yang diterima Okezone.


ori