Paus Fransiskus mengangkat 13 kardinal baru pada jabatan atas di Gereja Katolik pada Sabtu (5/10). Paus mengimbau para kardinal tersebut untuk menunjukkan cinta kasih Allah kepada mereka yang menderita.

Fransiskus memimpin upacara di Basilika Santo Petrus, mendudukkan pejabat gereja yang memiliki keprihatinan yang sama dengan dirinya. Saat ini Kepausannya sedang diserang oleh pihak konservatif di dalam Dewan Kardinal.

Paus Fransiskus, 15 Januari 2018. (Foto: AP)

Paus Fransiskus, 15 Januari 2018. (Foto: AP)

Di antara ke-13 kardinal baru itu, sepuluh Kardinal berusia di bawah 80 tahun. Mereka berhak memilih di dalam konklaf, sehingga memperbesar kemungkinan bahwa paus pengganti nantinya akan punya pemikiran teologis yang sama dengan Fransiskus. Ini adalah pejabat gereja yang punya empati untuk para migran, menggalakkan dialog dengan pihak muslim, serta berkarya di pos-pos misi yang miskin dan terpencil.

Dengan penyelenggaraan konsistori atau mahkamah gerejawi pada Sabtu itu, Paus Fransiskus sudah berhasil menempatkan 52 persen kardinal yang berhak memilih Paus di masa depan. Banyak dari mereka berasal dari gereja-gereja negara berkembang, dan tidak pernah memiliki perwakilan mantap di dalam hierarki gereja. Hal ini merupakan keinginan Fransiskus agar hierarki gereja Katolik benar-benar mencerminkan wajah universal gereja di dunia. [jm/ft]

sumber