JAKARTA – Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai usulan pihak Partai Amanat Nasional (PAN) yang meminta kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ditambah menjadi 10 adalah bentuk kekhawatiran.

Pasalnya, jika merujuk pada perolehan suara Pemilu 2019 yang lalu, PAN sendiri menduduki posisi kedelapan. Sehingga, menurut Ujang sulit untuk PAN kembali merebut kursi pimpinan MPR yang pada periode 2014-2019 dikuasai oleh Zulkifli Hasan.

“Ini kan wacana orang yang memang mohon maaf, sulit merebut kembali kursi MPR. Karena kita tahu PAN ini kan perolehan suaranya di bawah,” ujar Ujang kepada Okezone, Senin (12/8/2019).

Jika, pimpinan MPR menjadi 10 kursi maka PAN masih memiliki peluang untuk mendudukinya kembali. Namun, Ujang sendiri menyayangkan kalau usulan tersebut diutarakan oleh PAN demi mendapatkan bagian di MPR.

“Misalnya pimpinannya 5, ya maka PAN tidak akan lolos. Oleh karena itu yang dikeluarkan wacana tadi, 10 kursi. Sehingga ya artinya dia masuk begitu,” terangnya.

“Nah itu pikiran-pikiran yang kalau menurut saya jangan terlalu begitu lah. Kita membangun sistem yang baik sajalah, yang sudah ada gitu kan,” tutup Ujang.

Diketahui, Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Partaonan Daulay mengusulkan adanya penambahan kursi pimpinan MPR. Ia pun mengusulkan jumlah pimpinan ditambah menjadi 10 orang.

“Awal periode ini kan pimpinan MPR 5 orang. Setelah beberapa saat, diubah menjadi 8 orang. Tentu sangat baik jika pimpinan yang akan datang disempurnakan menjadi 10 orang dengan rincian 9 mewakili fraksi-fraksi dan 1 mewakili kelompok DPD. Soal siapa ketuanya, bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat,” kata Saleh.

ori