JAKARTA – Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin tidak habis pikir dengan pernyataan aktivis Sri Bintang Pamungkas yang ingin mengajak orang menggagalkan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2019 dan menjatuhkannya sebagai Presiden.

“Saya tidak mengerti ya kebencian apa yang ada dalam diri Sri Bintang Pamungkas kemudian atau jin iblis atau hantu apa yang merasuki jalan pikirannya sehingga dia sevulgar itu,” kata Ngabalin saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

Dia melihat Sri Bintang seakan tidak pernah mengenyam pendidikan dengan pernyataannya macam itu. Narasi yang dimunculkannya disebut lucu sehingga Ngabalin tidak habis pikir.

“Narasi apa itu? Kok lucu, kebencian apa sih yang masih terpendam dalam kalbunya,” ujar dia.

 Baca Juga: Soal Jatuhkan Jokowi, Sri Bintang: Di UUD Ada Pasal 28, Itu Pendapat

Ngabalin berujar, Presiden Jokowi bukanlah malaikat yang memiliki kesempurnaan. Tetapi rakyat-lah yang sudah menjatuhkan pilihan untuk memilih Jokowi kembali sebagai presiden. Karena itu, Ngabalin tidak setuju dengan pernyataan Sri Bintang Pamungkas.

“Jangan berteriak-teriak di jalan begitu, saya tidak setuju, jujur,” imbuhnya.

Sri Bintang 

Aktivis Sri Bintang Pamungkas dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang mengajak orang menggagalkan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2019 dan menjatuhkannya sebagai Presiden.

Pernyataan Sri Bintang beredar dalam video yang dilaporkan Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Ketua Umum PITI Ipong Hembing Putra menyatakan keberatannya karena Sri Bintang dianggap menebarkan kebencian.

Baca Juga: Sri Bintang Dipolisikan karena Diduga Hasut Orang Jatuhkan Jokowi 

Laporan itu teregister dalam nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor bernama Ipong Wijaya Kusuma dan terlapor Sri Bintang Pamungkas.

(Ari)

ori