SERANG – Tim Resmob Polda Banten bersama Polres Lebak berhasil membekuk tiga pelaku pembunuhan dan pemerkosa gadis cantik asal baduy luar, Sawi berusia 13 tahun. Warga Kampung Karakhal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak itu ditemukan tewas mengenaskan didalam gubug oleh kakaknya Arsad pada Jumat 30 Agustus 2019.

Belum sepekan, ketiga pelaku yakni AMS diamankan setelah melarikam diri ke OKU Selatan, Sumatra Selatan. Tak Sendiri, AMS mengaku bahwa dia membunuh dan memperkosa Sawi bersama dua rekannya yakni AR (15) dan F (16). Dipimpin Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto, kedua pelaku berhasil dibekuk dikediamnnya di Cisimeut, Lebak.

 Baca juga: Begini Detik-Detik Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Gadis Baduy

Ketiganya kini harus mempertanggung jawabkan perbuatan dengan diancam hukuman mati. Berikut ulasan kasusnya.

1. Pelaku Sudah Intai Korban Satu Bulan

Aksi ketiga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan ternyata sudah lama merencanakan aksinya. Bahkan, ketiga pelaku sudah melakukan pengintaian selama sebulan sebelum beraksi.

Modusnya, setiap datang ke gubug para pelaku selalu menawarkan ponsel kepada korban. Padahal, tawaran itu hanyalah alasan pelaku untuk melihat situasi kapan korban berada di gubug sendiri.

“Pelaku sudah bolak-balik ke gubuk korban melakukan pengintaian dari sebulan yang lalu. Pelaku juga sempat berpura-pura menawarkan ponsel kepada korban,” kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto.

 Baduy

2. Niat Awal Para Pelaku Hanya Memperkosa

 Baca juga: Pembunuh dan Pemerkosa Gadis Baduy Salah Satunya Berstatus Siswa SMA

AMS (20) salah satu pelaku pembunuhan mengaku bahwa niat awal mendatangi gubug korban diKampung Kaduhelang, Cisimeut, Leuwidamar, Kabupaten Lebak hanya ingin memperkosa. Namun, karna korban berteriak dan meronta pelaku menghabisi nyawa korbannya agar tidak diketahui warga.

“Motif membunuh takut ketahuan warga karena dia (korban) teriak saat mau diperkosa. Spontan saya ngelakuin itu (membunuh),” ujar AMS kepada wartawan, Kamis (5/9/2019).

Kemudian Oleh para pelaku, korban dibocok dengan membabibuta ke bagian tangan, kepala hingga wajahnya menggunakan golok.

Dalam kondisi korban sudah tidak bernyawa dan mengenaskan, ketiganya lalu melampiaskan nafsu birahinya kepada korban hingga puas secara bergantian.

“Emang saya yang pertama ke rumah (gubuk) dia. Yang lain kan nunggu di jalan. Saya menyesal,” tandasnya.

 

3. Pelaku Eksekusi Pakai Golok Orang Tua Korban

 

Sadis dan keji. Ketiga pelaku membunuh gadis suku Baduy, SW (13) dengan cara dianiaya memakai golok.Golok untuk menghabisi nyawa korban ternyata menggunakan golok milik orang tua korban. Pada saat kejadian, golok tersebut digunakan pelaku untuk mencari kayu bakar.

“Golok yang digunakan milik orangtuanya yang biasa digunakan berladang. Itu sudah kita amankan sebagai barang bukti,” ujar Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto.

Pertama kali yang melakukan pembacokan pelaku AMS (20) akibatnya lengan kedua korban nyaris putus, wajah disayat pelaku, leher pun terdapat luka sayatan.

 Mayat

 

4. Pelaku Perkosa Korban Setelah Tak Bernyawa

 

Ketiga pelaku memperkosa gadis baduy secara bergantian setelah kondisinya sudah tak bernyawa. AMS (19) sebagai otaknya mendapatkan giliaran pertama untuk melampiasan nafsu birahinya terhadap korban. Dilanjutkan AR (15) dan MF (16). Perbuatan itu dilakukan di dalam gubuk yang dijadikan keluarga korban untuk tempat tinggal sementara selama masa berladang.

“Pelaku yang pertama kali memperkosa AMS, kemudian Pelaku AR, kemudian pelaku F setelah korbannya dalam kondisi terluka parah, ” kata Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga.

Berdasarkan keterangan Tim forensik RS dr Drajat Prawiranegara Serang juga menemukan cairan di kemaluan korban dan terdapat luka tanda-tanda bekas kekerasan benda tumpul.

5. Satu Pelaku Masih Bertatus Pelajar

 

 

 

Salah satu pembunuhan dan pemerkosaan terhadap gadis cantik asal Baduy Luar masih bersatuts pelajar SMA kelas 2. Pelaku AR (15) ternyata yang mempunyai niat untuk memperkosa korbannya SW. Karena tak berani, AR mengajak kedua temannya AMS dan F untuk memperkosa.

“Ada satu pelaku di bawah umur 15 tahun dan masih berstatus pelajar kelas 2 SMA,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir saat ekspos di Mapolda Banten, Kota Serang, Kamis (5/9/2019).

AR berperan membantu rekannya melancarkan aksi pemerkosaan yang dilakukan oleh AMS dengan membekap mulut korban agar tidak berteriak. Kemudian pelaku sempat melakukan pemerkosan dan melakukan pembacokan satu kali di bagian wajah.


ori