RANGSIT – Tim Nasional (Timnas) Thailand akan menjamu Vietnam di laga pertama Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Thammasat, Kamis (5/9/2019) malam WIB. Laga tersebut bakal menjadi debut Akira Nishino di kursi pelatih Timnas Thailand.

Semenjak ditunjuk sebagai pelatih Thailand pada 1 Juli 2019, Nishino belum pernah membawa skuad The Elephant War –julukan Thailand– tampil di laga resmi. Karena itu, gaya permainan Thailand di bawah asuhan Nishino akan sangat dinantikan, mengingat juru taktik 64 tahun itu adalah salah satu pelatih terbaik di Asia saat ini.

Akira Nishino

(Aksi Nishino dinantikan. Foto: AFP)

Keabsahan status di atas dapat dilihat dari segudang prestasi yang dicetak Nishino, semenjak berprofesi sebagai pelatih pada 1991. Tercatat dalam kurun waktu tersebut, Nishino meraih tujuh gelar, termasuk mengantarkan Gamba Osaka kampiun Liga Champions Asia 2008.

BACA JUGA: Wasit Asal Korea Pimpin Laga Indonesia vs Malaysia

Tidak sampai di situ, prestasi fenomenal juga hampir dicetak Nishino saat membesut Timnas Jepang di Piala Dunia 2018. Saat itu, Nishino hampir membuat sejarah bagi persepakbolaan Jepang jika mengantarkan sang negara lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2018 (prestasi terbaik Jepang lolos hingga 16 besar di Piala Dunia 2002).

Hanya saja, langkah Jepang dihentikan Belgia (16 besar) yang pada akhir finis di posisi tiga dengan skor 2-3. Padahal, Tim Negeri Samurai Biru sempat unggul 2-0 terlebih dulu atas Belgia yang dimotori Eden Hazard.

Timnas Thailand

Dalam pola 4-2-3-1 andalan Nishino, sanggupkah prestasi sepakbola Timnas Thailand bakal terangkat? Sekadar informasi, sepakbola Thailand sedang berada di titik terendah setelah dalam tiga laga uji coba terakhir mengalami kekalahan (sebelum ditangani Nishino).

Berturut-turut, mereka kalah 0-4 dari Uruguay, Vietnam (0-1) dan India (0-1). Karena itu, tugas Nishino saat ini adalah mengembalikan kepercayaan diri Tristan Do dan kawan-kawan. Untung bagi Nishino, ia dianugerahi pemain-pemain brilian yang dapat membantu menjalankan strateginya, salah satunya adalah Chanathip Songkrasin yang merupakan pemain andalan di klub Liga Jepang, Consadole Sapporo.

ori