JAKARTA – Kanit Lantas Polsek Metro Matraman, AKP Dwi Hari Setianto menyebut cukup banyak kendaraan yang ditilang dalam sistem perluasan ganjil-genap yang diberlakukan mulai hari ini, Senin (9/9/2019).

Padahal, sosialisasi atau uji coba yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Namun, menurut Hari masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.

“Masih ada yang belum paham masalah penindakan ganjil-genap ini, walaupun sudah ada sosialisasi selama 1 bulan,” ujar Hari saat ditemui di kawasan perempatan Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/9/2019).

Ilustrasi jalur ganjil-genap

“Dan kami, artinya saya sampaikan kembali kepada warga masyarakat untuk tetap mentaati aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” tambahnya.

Selain tidak mamahami, Hari menyebutkan kalau banyak pengendara mobil yang ketika di perjalanan mengandalkan aplikasi google maps, padahal di dalamnya tidak diberitahu ruas jalan mana saja yang diberlakukan aturan ganjil-genap.

“Ya kebanyakan dia juga berpatokan sama Google juga. Tapi di situ juga tidak dijelaskan dalam google bahwa jalur-jalur yang dia lalui merupakan perluasan ganjil-genap itu sendiri,” ungkap Hari.

Baca Juga : Ingat, Pelanggar Sistem Ganjil-Genap Didenda Rp500 Ribu

Baca Juga : Polisi Tilang 20 Pengemudi yang Melanggar Ganjil-Genap di Jalan Sisingamangaraja

Untuk diketahui, perluasan aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan momor polisi ganjil dan genap sudah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Berikut ini jalur yang mengalamai perluasan Ganjil-Genap…. (Halaman berikutnya)

Perempatan Jalan Matraman, Jakarta Timur, tepatnya di bawah underpass diberlakukan aturan ganjil-genap dari Jatinegara ke arah Salemba dan Senen, serta dari Pramuka ke arah Jatinegara.

Berikut 25 ruas jalan yang diberlakukan perluasan sistem ganjil-genap pelat nomor kendaraan:

– Jalan Pintu Besar Selatan,

– Jalan Gajah Mada

– Jalan Hayam Wuruk

– Jalan Majapahit

– Jalan Sisingamangaraja

– Jalan Panglima Polim

– Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai simpang Jalan TB Simatupang)

– Jalan Suryopranoto

– Jalan Balikpapan

– Jalan Kiai Caringin

– Jalan Tomang Raya

– Jalan Pramuka

– Jalan Salemba Raya

– Jalan Kramat Raya

– Jalan Senen Raya

– Jalan Gunung Sahari.

Jalan Medan Merdeka Barat

– Jalan MH Thamrin

– Jalan Jenderal Sudirman

– Sebagian Jalan Jenderal S Parman (ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun)

– Jalan Gatot Subroto

– Jalan Jenderal MT Haryono

– Jalan HR Rasuna Said

– Jalan DI Panjaitan

– Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jalan Bekasi Timur Raya).

ori