MASIH banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan obat-obatan herbal untuk mengatasi suatu penyakit. Salah satunya adalah kratom yang merupakan pohon cemara tropis dan memiliki daun sejenis kopi.

Tanaman herbal ini banyak digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit dan pengganti opioid. Kratom memiliki nama latin Mitragyna speciosa. Tanaman ini tumbuh di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Papua Nugini.

Tapi beberapa waktu lalu Badan Narkotika Nasional (BNN) mempertimbangkan untuk memasukkan kratom sebagai obat-obatan Golongan I. BNN meminta Kementerian Kesehatan mengklasifikasikan kratom sebagai psikotropika, di golongan yang sama seperti heroin dan kokain.

Kinerjanya sama seperti morfin sehingga membuat kratom menjadi obat herbal yang populer.

Pasalnya, daun kratom mengandung senyawa yang dapat mengubah pikiran hingga memengaruhi reseptor otak. Kinerjanya sama seperti morfin sehingga membuat kratom menjadi obat herbal yang populer. Bahkan, kratom dikatakan memiliki bahaya sepuluh kali lipat dari kokain atau ganja.

Bukan hanya di Indonesia, Amerika Serikat lewat Drug Enforcement Administration pun melihat kratom sebagai salah satu obat-obatan yang cukup berbahaya. Bahkan, pada 2016, lembaga tersebut mengusulkan kratom menjadi obat-obatan di golongan yang sama dengan heroin, LSD dan MDMA.

Melansir South China Morning Post, usulan tersebut mendapat pertentangan dari berbagai pihak, Hingga saat ini, kratom masih dilegalkan di Amerika Serikat.

Hanya 6 negara bagian yang memberi status ilegal seperti di Alabama dan Wisconsin. Tak jauh berbeda, di Eropa kratom ilegal di Irlandia, Swedia, Latvia, Lithuania, Polandia, dan Inggris, namun legal di Jerman, Prancis, dan Spanyol.

 Food and Drugs Administration pun kembali memperingatkan tingkat konsumsi kratom.

Tapi, sebuah kasus terbaru kembali membuat kratom disorot di Negeri Paman Sam itu. Tercatat, lebih dari 130 orang meninggal setiap hari akibat overdosis opioid. Food and Drugs Administration pun kembali memperingatkan tingkat konsumsi kratom.

Berdasarkan data American Kratom Association, ada sekira 15,6 juta pengguna kratom di AS pada bulan Juni lalu. Ditambah lagi, ada seorang penduduk Florida yang ditangkap bulan karena menyalahgunakan kratom.

Dia diduga membuat lelaki cacat yang ia rawat meninggal karena kepanasan dalam minivan. Pria itu juga tertidur di rumahnya setelah menelan dua paket bubuk kratom.

ori