JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, pada hari ini. Sedianya, I Gusti Agung akan diperiksa sebagai saksi.

Gusti Agung akan digali keterangannya terkait kasus dugaan suap pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat‎. Dia diperiksa untuk penyidikan Sukiman (SUK).

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

 Baca juga: Plt Kadis PU Pegunungan Arfak Didakwa Suap Anggota DPR dan Pejabat Kemenkeu

Dalam kasus ini, Sukiman diduga menerima suap dari Pelaksana Tugas sekaligus Penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Arfak, Papua Barat, Natan Pasomba sebesar Rp 2,65 Miliar dan 22 ribu Dollar AS antara Juli 2017 hingga April 2018 melalui beberapa pihak sebagai perantara.

Suap tersebut diberikan kepada Sukiman untuk mengatur penetapan alokasi anggaran dana perimbangan daerah dalam APBN-P 2017 dan APBN 2018. Dari pengaturan tersebut akhirnya Kabupaten Arfak mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN-P 2017 sebesar 49,915 Miliar dan alokasi DAK pada APBN 2018 sebesar Rp 79,9 Miliar.

 Baca juga: KPK Geledah Rumah Dinas Wali Kota Dumai Terkait Suap Dana Perimbangan Daerah

Kasus yang menjerat Sukiman dan Natan ini merupakan pengembangan dari kasus suap yang menjerat anggota Komisi XI dari Fraksi Demokrat Amin Santono; Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemkeu) Yaya Purnomo; seorang konsultan bernama Eka Kamaludin; serta kontraktor Ahmad Ghiast.

Keempat orang itu telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Amin Santono dan Eka Kamaludin divonis 8 tahun pidana penjara, Yaya Purnomo 6,5 tahun penjara dan Ahmad Ghiast dihukum 2 tahun pidana penjara.

(wal)

ori