Kau di liang yang satu, ku di sebelahmu...’. Penggalan lirik lagu ‘Sampai Jadi Debu’ dari Banda Neira ini mungkin menggambarkan bagaimana BJ Habibie dan Ainun sekarang. Mereka kini bersatu selamanya di keabadian.

BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari adalah contoh nyata pasangan setia sampai maut memisahkan. Tokoh negara ini pun menjadi inspirasi banyak orang, khususnya dalam hal pendidikan.

 Laki-laki dan perempuan

Kisah romantisme Habibie dan Ainun bisa Anda lihat dalam versi film yang pernah ditayangkan beberapa tahun lalu. Film itu pun rasanya hanya membagikan secuil kisah cinta mereka. Bersama selama 48 tahun tentu banyak kisah yang tertuang.

Okezone pun pernah berkesempatan mendengar langsung kisah romantisme Habibie dan Ainun. Cerita ini disampaikan BJ Habibie pada 17 Juli 2018.

“Aku itu suka sekali makan ikan dan ibu (Ainun, Red) juga ternyata suka. Ada kenangan indah kami berdua dengan ikan,” kata Habibie sangat ramah, kala itu.

 Laki-laki duduk

(Foto: M. Sukardi/Okezone)

Ya, ikan menjadi makanan favorit Habibie. Lahir di tanah Sulawesi dan tinggal di pesisir sungai, membuat Habibie dekat dengan ikan. Semua jenis makanan ikan dia suka, digoreng, dibakar, atau juga jadi sup. Semua dilahap. Bahkan, makan ikan seperti keharusan buat Habibie.

Sampai saat menetap di Jerman, kegemarannya pada ikan tak pernah pudar. BJ Habibie juga mengaku, kalau makan ikan selalu dengan nasi, termasuk ketika di Jerman.

Kisah romantis Habibie, Ainun, dan ikan kesukaan

Pernah suatu hari, saat tinggal di Jerman, Habibie memasak nasi sendiri. Dia ingin melayani Ainun dengan penuh rasa cinta. Kala itu waktunya makan malam. Kemudian, dia juga yang membeli ikan ke pasar. Habibie benar-benar ingin memanjakan Ainun, cinta matinya.

Setelah itu semua, mereka makan di satu meja. Suasana begitu romantis dan penuh kesederhanaan. Cinta Habibie pada Ainun benar-benar besar. Mereka berdua makan ikan bareng di meja yang sama.

 Laki-laki dan perempuan

(Foto: M. Sukardi/Okezone)

Ada kisah menarik di momen ini. “Saya suka ikan, ibu juga ternyata suka makan ikan. Tapi, karena kita beda budaya, jadi ada hal menarik tentang ikan ini,” ungkapnya.

Jadi, Ainun adalah perempuan tanah Jawa, sedangkan Habibie adalah pria tanah Sulawesi. Ainun, kata Habibie, suka jika ikannya digoreng. Sedangkan Habibie, suka semua jenis makanan ikan, salah satunya sup ikan.

“Karena tahu saya begitu suka dengan sup ikan, Ainun ternyata diam-diam belajar membuat sup ikan, khusus untuk saya dan sup buatan Ainun enak sekali,” katanya lantas tersenyum.

Rasa yang enak itu, sambung Habibie, adalah karena Ainun menyampurkan budaya Jawa dan Sulawesi. Ada cinta juga di sana. Tak henti-hentinya Habibie memuji masakan istrinya.

“Sup ikan buatan Ainun itu enak sekali, benar-benar enak,” tambahnya.

Keharmonisan pasangan ini begitu terasa. Cinta Habibie dan Ainun tak pernah lekang oleh waktu. Abadi selamanya.

ori