PONTIANAK – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 3 ribu sertifikat tanah kepada masyarakat di Rumah Radangk Kota Pontianak. Di sela kegiatannya itu, Jokowi sempat menyusuri Sungai Kapuas dan makan durian bareng Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, menteri Kabinet Kerja, serta Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Dalam pembagian sertifikat tanah, Jokowi memanggil salah satu perwakilan masyarakat. Esra (70), warga Kapuas Hulu mengaku demi mendapatkan sertifikat, ia rela datang ke Kota Pontianak dengan jarak tempuh 8 jam dari Kapuas Hulu.

Jokowi lantas melihat sertifikat milik Pak Esra dan bertanya dengan lahan seluas 1.311 meter persegi mau diapakan sertifikatnya. Ia mengaku hendak meminjam uang di bank senilai Rp20 juta untuk usaha. “Mau minjam di bank dengan 20 juta karena usaha kami disana pak, kayu purik atau kratom,” ucap Esra di hadapan Jokowi di Rumah Radangk Pontianak, Kamis (5/9/2019).

Dengan kembali melanjutkan pertanyaannya, Jokowi melanjutkan perbincangan dan kembali bertanya jika sertifikat digadai di bank apakah mampu Esra membayar bulanan, dijawab sanggup oleh warga Kapuas Hulu itu.

“Kalau kemarin ada peneliti dari Amerika Serikat (AS) dengan harga 13 juta hanya yang terjadi saat ini 18 ribu per kilo dan kami menjual kayu itu tidak tau berapa harga pasti karena banyak calonya. Kami tidak tau siapa pembeli sebenarnya,” tuturnya.

Warga lain, Tumirin dari Singkawang mengatakan, sertifikat yang dimiliki hanya ia simpan dan akan diwariskan. Sebelum melakukan pertanyaan, Jokowi mempersilahkan Tumirin untuk membacakan Pancasila secara utuh Lima sila.

“Ndredeg membacakan Pancasila di depan bapak,” katanya disambut tawa Presiden.

Jokowi lantas berjanji akan mencatat aspirasi seluruh warga termasuk budidaya kratom dan akan mempertimbangkan ketika ia kembali di istana negara guna menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.

“Hal ini malah yang penting yang hal begini untuk didengar dan akan saya catat,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan sertifikat tanah dan harus menunggu ratusan tahun untuk mendapatkannya.

“Untuk itu pergunakan sertifikat ini dengan baik,” tegasnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, Sofian A Djalil mengatakan tahun ini Kalbar mendapatkan pembagian 3 ribu sertifikat dengan harapan para para penerima sertifikat harus punya kemampuan mengelola lahan yang baik.

“Selain dengan mendapatkan pemdampingan dari pemerintah termasuk dapat membangun usaha, agar dapat berkembang,” urainya.

Susuri Sungai Kapuas

Jokowi naik Kapal Lantamal melihat pembangunan Jembatan Landak dan waterfront sepanjang Sungai Kapuas. (Dina Prihatini/Okezone.com)

Usai melakukan kunker di Taman Digulis dan Rumah Radangk, Jokowi melakukan patroli dengan menggunakan Kapal Lantamal untuk melihat pembangunan Jembatan Landak dan waterfront sepanjang Sungai Kapuas.

Momen ini pun digunakan ratusan masyarakat sepanjang Sungai Kapuas untuk sekadar melambaikan tangan yang dibalas langsung oleh Jokowi.

Berdasarkan pantauan Okezone sepanjang Waterfront dari Pelabuhan Senghie, masyarakat begitu antusias melihat Jokowi yang dengan rombongan melewati Sungai Kapuas dengan para mentri dan juga Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Salah satu warga, Dea mengaku senang bisa melihat Presiden yang selama ini hanya ia lihat dilayar kaca dan berita online saja.

Baca Juga : Jokowi Serahkan 133.602 Hektare Lahan untuk Hutan Adat

“Biar jauh tapi tadi saya teriak beliau langsung lambai tangan. Bangga juga karena sudah sering Presiden ke sini baru ini menyusuri Kapuas dan lewat sini,” ujarnya.

Kunjungan yang ke sepuluh kalinya ini dilakukan dengan beberapa rangkaian yang ditutup dengan bersantai sembari menikmati durian khas Kalbar bersama Ketua DPD RI, Oesman Sapta Oedang, Gubernur Kalbar, Sutarmidji, dan para menteri.

Presiden didampingi para mentri dan Gubernur Kalbar bersama Pak OSO terlihat berbincang-bincang tertawa ringan sembari menikmati khasnya durian Kalbar.

Usai mencoba buah durian, Jokowi dijadwalkan menginap di Mahkota Hotel dan kembali ke Ibu Kota pada esok hari.

ori