JAKARTA – Bantuan senilai Rp8.9 miliar dikirimkan  Kementerian Sosial (Kemensos) untuk para korban gempa bumi di Maluku.  Ahli waris korban meninggal juga akan menerima santunan masing-masing Rp15 juta

“Bantuan tahap pertama itu sudah dalam proses pengiriman ke Maluku. Kami juga turunkan tim untuk melakukan asesmen kebutuhan penyintas,” kata Menteri Sosial (Nensos) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers yang diterima redaksi akhir pekan lalu.

Mensos mengatakan bantuan yang dikirim berupa 1.600 paket makanan siap saji, 3 unit tenda serbaguna keluarga, 200 lembar tenda gulung, 200 unit velbed, 200 kasur, 350 lembar selimut, 350 paket sandang, 200 paket kids ware, 100 paket food ware, 200 paket perlengkapan dapur keluarga.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo, penanganan penyintas adalah yang menjadi prioritas utama. Untuk itu bantuan ini kami kirimkan sesegera mungkin. Nantinya bantuan berikutnya dikirim setelah ada hasil asesmen dari tim Kemensos yang telah berada di Maluku,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan logistik, lanjutnya, Kemensos juga menyiapkan santunan ahli waris 21 orang korban meninggal (data hingga Kamis (26/9/2019). Jumlah santunan untuk setiap korban meninggal adalah Rp15 juta.

“Sehingga total bantuan tanggap darurat untuk Maluku pada tahap pertama adalah Rp1,1 miliar,” sebut dia.  Mensos mengatakan sesaat setelah terjadinya gempa bumi, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Maluku dan kabupaten yang terdampak untuk penanganan penyintas dan mengamati situasi terkini.

“Sesaat setelah kejadian, lanjutnya, Tagana Provinsi Maluku sudah berada di lokasi terdampak gempa untuk melakukan evakuasi korban ke tempat aman dan menyiapkan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan makanan penyintas,” terangnya.

Seperti diketahui gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Maluku pada Kamis (26/9/2019) pukul 06.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat parameternya terjadi pada 40 kilometer arah timur laut Kota Ambon dengan kedalaman 10 km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.(tri)

 

ori