ANDRIY Shevchenko berhasil menjajaki karier bersama beberapa klub di Eropa. Salah satunya adalah klub papan atas asal Inggris, yakni Chelsea. Sayangnya, karier Shevchenko saat berseragam The Blues –julukan Chelsea– tak berjalan mulus. Perjalanan kariernya di Chelsea bahkan bisa dibilang gagal total.

Penyerang asal Ukraina itu memutuskan hijrah dari AC Milan ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2006. Saat itu, pemilik Chelsea, Roman Abramovich, terpincut dengan aksi gemilang Shevchenko di Milan. Di tim tersebut, Shevchenko memang berhasil memberi kontribusi yang begitu. Beragam gelar dapat ia persembahkan kepada I Rossoneri –julukan Milan, salah satunya adalah gelar juara Liga Champions pada musim 2002-2003.

Andriy Shevchenko

Tak hanya prestasi untuk klub, ia juga merengkuh beragam penghargaan individu. Shevchenko beberapa kali keluar sebagai top skor di Liga Italia. Ia juga dapat merengkuh trofi Ballon dOr pada 2004 setelah mengantarkan Milan merengkuh beragam gelar juara pada 2003-2004.

Dengan penampilan yang begitu fantastis ini, Chelsea pun berani mengajukan penawaran besar kepada Milan demi mendatangkan Shevchenko ke Stamford Bridge. Mereka bahkan mengajukan mahar yang memecahkan rekor biaya transfer klub, yakni sebesar 75,2 juta euro plus penyerang Hernan Crespo kepada Milan.

Sayangnya, Milan menolak mahar dari Chelsea kala itu. Mereka justru memproteksi Shevchenko dengan memperpanjang kontraknya selama enam tahun. Pada 28 Mei 2006, Shevchenko akhirnya resmi meninggalkan Milan menuju Chelsea dengan biaya transfer 30,8 juta poundsterling. Dengan dana ini, Shevchenko menggeser rekor transfer klub untuk Michael Essien yang direkrut pada musim sebelumnya.

Infografis Andriy Shevchenko

Debut Shevchenko untuk Chelsea pun terjadi pada 13 Agustus 2006 di ajang Community Shield. Ia dapat menyumbangkan satu gol ke gawang Liverpool dalam laga tersebut. Sayangnya, gol ini tak cukup membawa Chelsea memenangkan laga. Pertandingan kala itu berakhir dengan kemenangan Liverpool 2-1.

Sepuluh hari setelah laga debutnya, Shevchenko dapat mencetak gol pertamanya untuk Chelsea di pentas Liga Inggris. Gol ini pun menjadi yang ke-300 dicetaknya selama berkarier sebagai pesepakbola profesional. Tetapi lagi-lagi, golnya tak cukup membawa Chelsea memenangkan laga. The Blues takluk 1-2 dari Middlesbrough.

Penampilan Shevchenko di musim debutnya pun sempat terhenti akibat cedera dan operasi hernia. Ia harus mengakhiri musim hanya dengan 14 gol dari 51 pertandingan. Musim keduanya di Chelsea juga berjalan kurang menyenangkan. Ia kesulitan untuk masuk starting line-up akibat cedera. Alhasil, hanya lima gol yang bisa dicetaknya pada musim itu.

Chelsea akhirnya memutuskan untuk meminjamkan Shevchenko ke Milan pada musim 2008-2009. Tetapi, penampilannya mengecewakan sehingga Milan mengembalikan sang pemain pada musim selanjutnya.

Di bawah kepemimpinan Carlo Ancelotti, Shevchenko makin kesulitan mendapat jam bermain. Pelatih pun akhirnya menyarankan Shevchenko untuk meninggalkan klub sebelum penutupan bursa transfer musim panas. Kariernya di Chelsea akhirnya terhenti pada 28 Agustus 2009 seiring dengan pindahnya Shevchenko ke mantan klubnya, Dynamo Kiev.

ori