ABU DHABI – Petarung UFC, Dustin Poirier, gagal membuktikan diri sebagai juara lightweight sejati usai kalah dari Khabib Nurmagomedov di UFC 242. Poirier pun menyesali kegagalannya memanfaatkan kesempatan untuk menghabisi Khabib pada ronde ketiga.

Pertarungan antara Poirier dengan Khabib adalah laga yang unik karena keduanya merupakan pemegang sabuk juara lightweight UFC. Akan tetapi, Poirier berstatus sebagai juara interim usai mengalahkan Max Halloway di pertarungan sebelumnya.

Dustin Poirier (Foto: Zimbio)

Status juara interim diemban Poirier untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Khabib usai dihukum sembilan bulan larangan bertarung. Hukuman itu adalah imbas dari kericuhan antara tim petarung berpaspor Rusia itu dengan kubu Conor McGregor di UFC 292.

BACA JUGA: Meski Menang, Khabib Akui Hampir Kalah dari Poirier

Ketika ada dua petarung mengemban status yang sama maka UFC pun mempertemukan mereka untuk menentukan predikat juara sejati. Poirier tentu amat bersemangat melawan Khabib karena ia ingin jadi orang pertama yang mengandaskan rekor tak terkalahkan dari The Eagle –julukan Khabib.

Namun, harapan Poirier tak terwujud karena kemampuan Khabib yang amat luar biasa. Poirier seakan tak berdaya di hadapan The Eagle meski sejatinya punya kualitas untuk membuat kejutan. Poirier mendapatkan momen untuk meraih kemenangan pada ronde ketiga saat melakukan gerakan guillotine kepada Khabib.

Dustin Poirier (Foto: Ist)

Patut disayangkan, Poirier tak sempurna dalam melakukan gerakan itu sehingga kemenangan pun buyar saat Khabib mampu melepaskan diri. Tak lama berselang, Poirier justru menyerah dari Khabib setelah terkena gerakan rear naked choke yang juga mengandaskan McGregor di pertarungan sebelumnya.

“Guillotine itu sangat dalam. Selama sisa hidup saya, saya akan melihat ke belakang dan bertanya-tanya mengapa saya lengah saat itu. Saya hanya merasa seperti mengecewakan diri sendiri. Saya bisa melakukan lebih banyak,” ujar Poirier, seperti yang dikutip dari Express, Senin (9/9/2019),

“Saya minta maaf kepada siapa pun yang saya mengecewakan dengan kinerja ini. Saya hanya berpikir akan terbang pulang ke Amerika tanpa mempersoalkan gelar juara, jadi ini benar-benar menyakitkan,” pungkasnya.

ori