INDUSTRI fashion di Tanah Air semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Melihat hal tersebut The F Thing menggelar acara Jakarta Street Chapter (JSC) yang membahas tentang budaya street di Jakarta. JSC akan memberikan informasi tentang perkembangan komunitas kultur street fashion yang tersebar di Jakarta.

Para pelaku, penikmat dan pengamat budaya serta elemen-elemen kultur street yang melingkupi lima segmen yakni musik, seni, olahraga, streetwear dan event. Sebagai e-commerce fashion dan platform media digital dari group MNC yang dipimpin oleh Valencia Tanoesoedibjo, yang bertujuan untuk membantu bisnis lokal untuk tumbuh di tingkat internasional dan memberi dampak bagi kaum milenial.

Street style The F Thing

Sebagaimana diketahui JSC adalah salah satu upaya dari The F Thing untuk menjadi pelopor dalam mengeskplorasi culture street di Jakarta. Sekiranya ada empat episode, Jakarta Street yang dipandu oleh Upi Tuan Tigabelas dan Eros Tjokro.

Acara ini melibatkan 19 pembicara dari setiap elemennya untuk membahas lebih lanjut tentang latar belakang street dan sudut pandang mereka tentang masa depan fenomena kultur street di Ibu Kota.

Episode satu akan membahas musik dan event, episode dua membahas seni, olahraga seperti basket dan breakdance, episode tiga membahas thrift shop, street fashion dan episode keempat berisi rangkuman dari tiga acara sebelumnya.

Acara yang berlangsung di Hatchi, Pondok Indah membahas mengenai The Future of Jakarta’s Street Culture yang menyajikan talkshow, instalasi seni dan pertunjukan breakdance serta musik. Pada episode Jakarta Street Chapter kali ini dimeriahkan oleh live performance dari Twilo Sound System dan breakdance oleh King Smiley Crew.

Kultur street yang dibahas pada acara kali ini dibangi menjadi tiga segmen talkshow. Segmen pertama mengambil tema streetball dan breakdance yang diwakili oleh Richard Insane dan Bian King Kreate sementara tema musik diwakili oleh Laze. Adapun tema thrift shop dibawakan ileh Isser James.

 The F Thing

Segmen dua dengan tema seni mural diwakili oleh Zany13, tema komunitas piringan hitam oleh Tiko dan Domie dari Bombshel Records dan tema streetwear oleh Public Culture. Segmen tiga dengan tema sneakers diwakili oleh Adityalogy dan musik diwakili oleh Yacko.

JSC juga mendapat dukungan dari sejumlah brand lokal yang tersedia di web The F Thing seperti LEGITEAMATE, Muzca, Public Culture, Ladness, dan Smith Men. Adapun kerjasama dengan Bombshel Records, Goodnws, dan Urbain, Barberbox, Swillhouse, Joe’s Burger, Bluegrass, Kopi Enak Benhil dan Hatchi.

ori