JAKARTA – Kompetisi Indonesia Muda Basketball Open Tournament kembali digelar pada tahun ini. Ajang yang didukung penuh oleh MNC Media tersebut resmi dibuka pada Sabtu (5/10/2019) siang WIB, di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Indonesia Muda Basketball Open Tournament 2019 yang diikuti oleh 13 klub dari dalam dan luar Jabodetabek ini akan digelar hingga 20 Oktober 2019 di dua tempat, yakni Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro dan GOR Bulungan. Perlombaan di turnamen yang memperebutkan piala bergilir KONI tersebut dibagi menjadi empat kelompok umur, yakni 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, dan 16 tahun.

BACA JUGA: Erick Thohir: Jakarta Siap Gelar Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023

Ini menjadi gelaran kedua Indonesia Muda Basketball Open Tournament, sebelumnya digelar pada 2016. Ketua Umum Indonesia Muda (IM) Senayan, Supri Sugianto, mengharapkan dapat munculnya bibit-bibit pemain basket berpotensi untuk menjadi atlet basket Nasional dengan digelarnya kompetisi ini.

Pembukaan Indonesia Muda Basketball Open Tournament 2019. (Foto: Okezone/Djanti Virantika)

“Kami atas dukungan dari semua pihak terutama orangtua, menyelenggarakan kembali turnamen bola basket berskala nasional yaitu IM Open 2019 untuk yang kedua kalinya sejak 2016 sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi bagi anak-anak pencinta olahraga bola basket agar terus meningkatkan keahlian mereka dalam olahraga basket,” ujar Supri.

“Melalui turnamen ini, IM mengharapkan akan muncul bibit-bibit pemain basket berpotensi untuk menjadi atlet bola basket nasional. Selain itu, melalui olahraga dan open turnamen ini, diharapkan akan menyatukan daya saing dan menimbulkan semangat pantang menyerah bagi anak-anak serta terbentuk jiwa raga yang sehat,” lanjut Supri.

Selain mengembangkan bibit unggul untuk basket Indonesia, Ketua Panitia Indonesia Muda Basketball Open Tournament 2019, Mizan Arifien, mengatakan bahwa turnamen ini juga digelar dengan tujuan untuk menghindari kecanduan teknologi gadget yang bisa memberi dampak negatif. Dengan mengikuti turnamen ini, anak-anak diharapkan dapat lebih melakukan kegiatan yang melibatkan fisik dan kerja tim.

Pembukaan Indonesia Muda Basketball Open Tournament 2019. (Foto: Okezone/Djanti Virantika)

“Seperti yang kita lihat bersama, di era digital sekarang ini, hampir semua anak umur sekolah menghabiskan waktu luangnya dengan bermain gadget, komputer, atau video game. Sehingga, kebanyakan dari mereka menjadi kurang bersosialisasi dan bergelut dengan permainan yang membutuhkan ketahanan fisik dan kerja tim,” jelas Mizan.

“Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan kehidupan anak 15 atau 20 tahun yang lalu, di mana peralatan dan permainan digital masih belum ditemukan secanggih dan semurah saat ini. Mereka lebih banyak bermain di luar, melakukan aneka permainan tradisional yang melibatkan fisik dan kerja tim,” tukasnya.

ori