SRINAGAR – Pihak berwenang India menahan sedikitnya 300 politisi dan separatis di Kashmir untuk mengatasi protes terkait pencabutan status otonomi khusus daerah itu. Tindakan tersebut merupakan tindakan paling keras yang dilakukan India di Kashmir dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak Minggu, pemerintah telah mematikan jaringan seluler, internet dan melarang pertemuan publik di kota terbesar di Kashmir, Srinagar. Kehilangan status otonomi berarti wilayah mayoritas Muslim itu kehilangan hak untuk membuat undang-undang sendiri dan mencabut larangan terhadap orang-orang dari luar negara dari beli properti di sana yang telah diterapkan selama puluhan tahun.

BACA JUGA: Otonomi Kashmir Dicabut, Pakistan Usir Diplomat India, Tarik Duta Besarnya dari New Delhi

Meski disambut baik oleh sebagian besar warga India, pencabutan otonomi khusus yang dipelopori partai Hindu nasionalis yang berkuasa Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Narendra Modi itu membuat hubungan antara India dan Pakistan kembali tegang. Islamabad menentang keras langkah Delhi tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran resolusi PBB dan berjanji akan melakukan semua yang mereka bisa untuk membatalkannya.

Pakistan mengatakan akan mengusir diplomat India dan membekukan perdagangan bilateral antara kedua negara sebagai reaksi atas keputusan India tersebut.

Ribuan polisi paramiliter telah dikerahkan di Srinagar, sekolah ditutup dan jalan serta lingkungan dibarikade, meski begitu, protes sporadis tetap terjadi. Demikian diwartakan RT, Kamis (8/8/2019).

Menurut keterangan seorang petugas kepolisian, telah terjadi pelemparan batu di sedikitnya 30 tempat di Srinagar sejak Selasa malam. Sedikitnya 13 orang telah dirawat di rumah sakit pemerintah utama kota karena cedera lemparan batu.

BACA JUGA: Kecam Pencabutan Status Khusus Kashmir, Pakistan Sebut India Langgar Resolusi PBB

Petugas kepolisian mengatakan bahwa Sejauh ini, 300 pemimpin politik, banyak yang berkampanye untuk pemisahan diri Kashmir dari India telah ditahan. Dua pemimpin lokal dari partai utama regional, Konferensi Nasional, mengatakan bahwa sedikitnya 100 politisi, termasuk mantan menteri negara dan legislator – telah ditahan. Mereka tidak mau disebutkan namanya karena informasi itu sangat sensitif.

Surat kabar India Mail Today mengatakan jumlah politisi ditahan di rumah mereka dan di penginapan lebih dari 400. Dua mantan menteri utama negara termasuk di antara mereka yang ditahan, kata mereka.

(dka)


ori