PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru resmi mengangkat Wakil Bupati Muara Enim, yakni Juarsyah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati menggantikan Ahmad Yani yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juarsyah diangkat sebagai Plh Bupati Muara Enim pada Rabu tadi malam. Ia menerima surat tugas dari Herman Deru di Istana Gubernur Griya Agung, Palembang.

“Tidak ada kata selamat untuk pengangkatan ini, karena musabab kejadian ini menjadi keprihatinan bersama,” kata Herman saat menyerahkan surat tugas kepada Juarsyah, melansir dari laman Antaranews, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya, tugas Pelaksana Harian (Plh) Bupati sama seperti Bupati pada umumnya, namun untuk kebijakan strategis harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Gubernur Sumsel.

Namun jabatan Bupati secara administrstif masih dipegang Ahmad Yani, kata dia, karena kasus korupsi yang sedang ditangani KPK belum inkrah.

“Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai ada keputusan inkrah, jika sudah ada keputusan Kemendagri terkait penetapan tersangka, maka status Plh akan menjadi Pelaksana Tugas (Plt),” tambahnya.

Ia berharap Juarsyah dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat agar pelayanan publik tetap berjalan dan progres pembangunan di daerah tersebut tetap berjalan dengan dukungan masyarakat.

Sementara Plh Bupati Muara Enim, Juarsyah, berujar bahwa prioritas utama yang akan dilakukannya nanti yaitu mengembalikan kondisi pemerintahan dengan konsolidasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengembalikan kepercayaan rakyat.

“Sampai saat ini pemerintahan tetap berjalan, ya walaupun ruangan Bupati masih tersegel, saya juga belum bisa kontak dengan Bupati,” ucap Juarsyah.

ori