China telah mengembangkan anjungan raksasa bagi eksplorasi minyak lepas pantai, yang mungkin digunakan di kawasan laut yang dipersengketakan. Langkah China ini akan membuat marah Vietnam dan memperluas sengketa terkait penambangan bahan-bahan bakar fosil antara kedua negara Asia itu.

Anjungan minyak itu diberi nama Haiyang Shiyou 982 dan kini sudah siap digunakan untuk mencari endapan minyak pada kedalaman sampai 9,000 meter.

Kapal-kapal Vietnam dan China pernah terlibat konflik tahun 2014, ketika China menempatkan anjungan pengeboran lainnya di perairan yang dipersengketakan. Permulaan tahun ini, Vietnam minta sebuah kapal survei China supaya meninggalkan beting Vanguard, dimana Vietnam sedang mencari minyak dibawah laut. Para analis memperingatkan akan ada sengketa baru apabila anjungan Haiyang Shiyou 982 mulai beroperasi. Kata Profesor Alan Chong dari Rajaratnam School of international studies di Singapura, “konflik itu akan meledak dalam waktu singkat.”

Pers China melaporkan tahun lalu bahwa anjungan pengeboran itu telah “diserahkan” kepada pengontraknya di kota pelabuhan Dalian tahun lalu.

Komisi Hukum dan Politik pemerintah China melaporkan bahwa wartawan diundang untuk menyaksikan operasi anjungan yang mencapai ketinggian gedung bertingkat 10 itu.

China, Malaysia, Taiwan, Vietnam, Filipina dan Brunei sama-sama mengklaim bagian-bagian Laut China Selatan yang luasnya 3,5 juta kilometer persegi. China mengklaim 90 persen kawasan laut itu sebagai miliknya, dan telah menggunakan kekuatan militer dan teknologi untuk mempertahankan klaim itu.

Ada negara Asia yang hanya mengontrak perusahaan eksplorasi minyak lain untuk mencari sumber-sumber minyak dan gas alam, tapi China lebih suka menggunakan anjungan pengeborannya sendiri.

Badan Informasi Energi Amerika memperkirakan ada endapan minyak berjumlah 11 milyar barrel dan lima trilyun meter kubik gas alam di kawasan Laut China Selatan itu.

Pemerintah Vietnam kadang-kadang menggunakan perusahaan Spanyol Repsol dan Videsh dari India untuk mencari minyak di kawasan lautnya, tapi China tidak suka adanya kekuatan asing disana dan menekan Vietnam untuk menghentikan sebagian proyek gabungannya. (ii/em)

sumber