JAKARTA – Nia Dinata, perempuan yang berprofesi sebagai sutradara film ini merupakan cicit dari pahlawan Indonesia, Otto Iskandardinata. Meski belum pernah bertemu langsung dengan sang kakek buyut, namun perempuan 50 tahun ini banyak mendengar kisah dari nenek buyutnya, R.A Soekirah.

Salah satu hal yang dikisahkan kepada Nia Dinata soal sosok Otto Iskandardinata adalah tentang keberanian. Bagaimana tidak di tengah keterbatasan rakyat Indonesia untuk mengenyam pendidikan di masa penjajahan Belanda, Otto menjadi guru di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung tahun 1920.

Kehidupan Otto Iskandardinata yang mendapat julukan si Jalak Harupat (berani) itu harus berakhir tragis. Ia dihabisi nyawanya oleh sebuah organisasi bernama laskar hitam. Si Jalak Harupat dinyatakan kematiannya di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945.

Baca juga: Berkaca pada Eropa dan Amerika, Nia Dinata Ingin Indonesia Peka Produksi Film Streaming

Nia Dinata

Tidak ditemukan jasad Otto Iskandardinata juga ditegaskan oleh Nia Dinata dalam postingannya di Instagram. Pada peringatan 70 tahun kepergian sang kakek buyut, Nia memposting foto di mana Presiden Soekarno tengah berjabat tangan dengan nenek buyutnya, R.A Soekirah.

“Foto ini diambil ketika Soekarno mengkonfirmasi kematian kakek buyutku meskipun mayat itu tidak pernah ditemukan,” tulis Nia pada Desember 2015.

Otto Iskandardinata

 

Dalam postingan itu pula Nia Dinata menuliskan doa untuk kakek buyutnya. Ia berharap jika semangat dari sosok Otto Iskandardinata juga bisa diikuti oleh siapapun. “Semoga jiwanya beristirahat dalam damai dan keberaniannya tetap hidup, melampaui semua generasi,” imbuhnya.

Selain bicara soal sang kakek buyut, kekaguman Nia Dinata juga ditujukkan kepada sang nenek. Dikatakan oleh Nia, istri dari Otto Iskandardinata itu adalah sosok yang kuat menjalani setiap fase kehidupannya.

“Bicara soal kekuatan, saya salut kepada nenek buyut saya, dengan keanggunannya ia bisa menjadi orangtua tunggal dari 11 anak dan komitmen menjaga integritasnya,” jelas Nia.

ori