MANCHESTER – Manajemen Manchester United memecat Jose Mourinho pada 18 Desember 2018. Saat itu, manajemen berharap performa Man United mengalami perbaikan di tangan pelatih anyar.

Sehari kemudian atau tepatnya 19 Desember 2018, manajemen Man United menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai juru taktik Paul Pogba dan kawan-kawan. Solskjar yang berstatus legenda Man United dan sempat membawa Molde dua kali juara Liga Norwegia, dipercaya manajemen dapat mengembalikan habitat Setan Merah, yakni bersaing di papan atas.

Jose Mourinho

Solskjaer sempat memberikan angin surga kepada Man United. Dari sembilan pertandingan awal di Liga Inggris, Marcus Rashford dan kawan-kawan mengoleksi delapan menang dan satu imbang. Namun, setelah itu atau memasuki Maret 2019, performa Man United perlahan-lahan merosot.

BACA JUGA: Clattenburg: Sahkan Gol Aubameyang, VAR Selamatkan Kredibilitas Wasit Inggris

Terhitung sejak Desember 2018, Solskjaer telah memimpin armada Man United mengarungi 28 pertandingan Liga Inggris. Hasilnya, Man United hanya mengoleksi 14 menang, 7 imbang dan 7 kalah. Jika dihitung menjadi poin, Man United hanya mendapatkan 49 angka.

Ternyata, catatan itu masih lebih buruk ketimbang 28 pertandingan terakhir Man United di Liga Inggris, di bawah asuhan Jose Mourinho. Dari 28 pertandingan, Mou –sapaan akrab Mourinho– mengantarkan Man United meraih 15 menang, 6 imbang dan 7 kalah.

Ole Gunnar Solskjaer

Jika dikalkulasi, Mourinho memberikan 51 poin bagi Man United. Hal itu menunjukkan Man United justru mengalami penurunan performa di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer. Karena itu, jangan heran jika dalam waktu dekat Solskjaer bakal terpental dari jabatannya sebagai pelatih Man United.

ori