Sejumlah warga tampak mengantre di pinggir dermaga, menunggu datangnya perahu kecil yang akan mengantarnya menuju ke sebuah tempat wisata yang berada di Desa Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Desa yang berada di tengah gugusan karst ini kerap dikunjungi oleh wisatawan macanegara maupun lokal ketika musim liburan tiba. Di saat akhir pekan dan hari libur, jumlah wisatawan semakin meningkat.

Danau

Seorang warga, Patahuddin, pemilik perahu, mengatakan‎ jumlah pengunjung banyak saat musim liburan tiba. Bahkan mereka yang datang adalah wisatawan yang berasal dari luar negeri, seperti China, Jepang, dan Prancis.

“Banyak yang datang dari luar negeri saya antar. Biasa kalau hari libur bertambah terus. Seperti hari raya lebaran,” kata Patahuddin kepada Okezone baru-baru ini.

Menuju ke tempat ini memakan waktu 3 jam perjalanan darat menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. ‎Jaraknya sekitar 40 kilometer dari Kota Makassar menuju ke tempat ini.

 Pria di atas perahu

Ketika tiba di Maros, kendaraan yang Anda tumpangi dari Makassar langsung berbelok ke kiri dari jalan poros Maros-Pangkep masuk ke Kampung Batulapparaka.

Dari situ Anda akan mendapati warga yang sedari tadi menunggu. Warga itu adalah bapak atau remaja yang menyediakan jasa transportasi perahu kecil sekaligus menjadi nahkoda ‎perahu itu.

Perahu yang disewa itu akan mengantar wisatawan mengelilingi Sungai Pute yang ada kawasan Karst Rammang-Rammang ini.

 Turis di dermaga

Harga sewa perahu seharga Rp200 ribu untuk perahu kecil yang hanya di tumpangi empat orang. Perahu sedang seharga Rp250 ribu bisa ditumpangi pengunjung sampai 7 orang, dan perahu ukuran paling besar harga sewanya, Rp3 juta untuk 9 sampai 10 orang.

“Harga sewa perahunya macam-macam, tergantung jumlah pengunjungnya,”‎ kata Patahuddin yang juga nahkoda perahu.

Para nahkoda ini sangat antusias melayani wisatawan dengan perahu yang digunakan bergantian mengangkut wisatawan yang hendak mengelilingi Sungai Pute.

Dalam perjalanan menelusuri sungai, Anda akan mendapati pemandangan alam yang indah, menikmati pemandangan alam sepanjang sungai yang dilalui perahu.

Salah seorang pengunjung, Sherly yang datang bersama kedua orang tuanya,‎ mengaku sangat beruntung dapat berlibur ke tempat wisata ini.

 Turis di perahu

“Ya tentu kita sangat senang bisa liburan di sini bersama orang tua,” katanya singkat.

Para wisatawan sesekali terlihat berfoto di atas perahu dengan latar belakang gugusan batu karst dan tebing yang menjulang tinggi.‎ Setelah puas berkeliling, perahu yang ditumpangi wisatawan juga bisa singgah di tempat wisata lain.

Selama mengelilingi sungai Pute yang berkelok-kelok, wisatawan dapat melihat berbagai keindahan alam, di sepanjang sungai untuk disinggahi‎, seperti Hutan Batu, Situs Taman Batu Tianang, Telaga Bidadari, Situs Karama, Gua Kalelawar, Situs Pasaung, Romang Lompoa, dan Padang Ammarung.

‎Sementara untuk singgah ke tempat wisata lain, seperti di Kampung Berua, Dusun Rammang-rammang wisatawan akan dipungut biaya Rp2.500 per keluarga atau per kelompok.

Wisatawan di sini dapat menikmati indahnya panorama alam dengan pemandangan tebing yang menyatu denga indahnya Sungai Pute.

ori