GUNA menyadarkan anak-anak milenial akan isu lingkungan sosial di sekitarnya, Kota Solo kembali gelar pertunjukan seni berskala internasional “Solo International Performing Arts” (SIPA) ke-11.

Acara yang mengusung tema Arts As A Social Action’ berlangsung tanggal 5-7 Agustus 2019 di Benteng Vastenburg Solo, mulai pukul 19.00 WIB – 23.00 WIB.

Direktur SIPA, Irawati Kusumorasri, menjelaskan tema SIPA tahun ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni yang mengadaptasi dari isu sosial tetapi juga isu mengenai lingkungan hidup.

View this post on Instagram

credit: @elizabethsudira… Terimakasih Terimakasih Terimakasih. . . Terimakasih untuk @sipafestival @r.ay.irakusumo atas kesempatan berharga tak terlupakan seumur hidup ini. Terimakasih untuk @tommy_widodo , music director yang merangkai musik sedemikian indah dan bikin merinding.. Terimakasih @kiky_hendra @daruraharjo @tian_esma @ekapramudhita_ep teman-teman baik yg sudah mengiringi saya semalam.. Terimakasih untuk @semarakcandrakirana_artcenter atas kerja kerasnya untuk menari dengan sangat cantik, menjadi bagian sangat penting dalam pertunjukan semalam.. Terimakasih bapak-bapak ASGA, pembawa tandu, sudah mengerahkan segenap tenaga dan konsentrasi mengusung saya. . . Terimakasih kak @antoniusanungmakeup buat makeup yg selalu keren sejak pemotretan sampai di panggung tadi malam.. Terimakasih kak @rorrywardhana untuk busananya.. . . Terimakasih untuk seorang koreografer dan konseptor hebat pertunjukan Opening semalam, mas Fajar Satriadi @tarian_garuda . Salam hormat! Terimakasih untuk @andrenuno bersama timnya @ancopictures yang sudah mengabadikan momen-momen menakjubkan ini.. . . Dibalik Elizabeth Sudira yang ada di panggung kemarin, ada orang-orang yang berdoa. Terimakasih untuk Papa Mama, Papa Mama Andre, keluarga besar saya dan keluarga besar Andre yang berdoa dan datang mendukung saya.. Juga ada @andrenuno yang mengurus segala detil mulai dari persiapan hingga ketika saya di panggung, terimakasih Mian.. . . Terimakasih teman-teman yang sudah bersusah payah datang memberi dukungan semalam, kiranya Tuhan membalas kebaikan hati teman-teman.. . . Lebih dari segalanya, terimakasih Tuhan Yesus.. Terimakasih sudah mengatur cuaca, laju angin, atmosfer, teknis, perasaan sukacita, dan keserempakan merinding para penonton (begitu kata teman-teman yg menonton). To GOD be The Glory! . . Video by @ancopictures #sipa2019 #sipafestival #maskotsipa2019 #elizabethsudira #openingceremonysipa #tigamusik #rindusolo #sukaria

A post shared by SIPA FESTIVAL 2019 (@sipafestival) on

Penyelenggara SIPA 2019 mengajak masyarakat Indonesia khususnya generasi muda terhadap isu sosial di lingkungan sekitar.

Gelaran SIPA 2019 sekaligus sebagai ajang menunjukkan seni bisa dipakai sebagai aksi sosial. Generasi muda Indonesia menjadi pionir perubahan, kreatif, inovatif, dan aktif dalam kegiatan sosial budaya.

“Dalam tampilan kali ini ada kolaborasi beragam jenis tarian hasil karya seniman baik dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Pagelaran SIPA 2019 ini juga menampilkan perwakilan lima negara. Seperti Taiwan, Korea Selatan, India, Jepang, dan Selandia Baru dan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Untuk penampilan dalam negeri ada dari Solo, Yogyakarta, Jakarta, Cilegon, Aceh, Maluku Utara, Riau, dan Palangkaraya. Dengan dimeriahkan pameran budaya Korean Cultural Center’ (KCC),” imbuhnya.

Selain itu, dipamerkan kebudayaan Korea melalui booth dan ‘food truck’ berisi makanan khas Korea yang khusus berada di hari pertama penyelenggaraan SIPA 2019. “Suatu kehormatan, acara SIPA tahun ini kedatangan tamu dari Kedutaan Korea Selatan,” imbuhnya.

Menurut dia, hadirnya SIPA ini selain untuk menjembatani isu-isu sosial yang dapat diwujudkan dalam suatu bentuk seni pertunjukan, juga sebagai sarana untuk mengomunikasikan karya seni antara individu satu dengan individu lain. “Kelompok satu dengan kelompok lainnya kepada penikmat karya seni,” katanya.


ori