MANCHESTER – Sebagai asisten pelatih Manchester City, Mike Arteta, bisa dikatakan telah mendapatkan begitu banyak tawaran untuk naik pangkat sebagai pelatih utama suatu klub. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini Arteta justru tetap setia menemani Josep Guardiola untuk menangani The Citizens –julukan Man City.

Padahal, ada dua tim yang dikabarkan benar-benar sangat ingin menggunakan jasa Arteta sebagai pelatih utama klub tersebut. Kedua tim itu adalah Arsenal pada awal 2018-2019 lalu atau saat baru ditinggalkan Arsene Wenger, dan yang kedua adalah Newcastle United yang juga baru ditinggalkan Rafa Benitez pada awal musim 2019-2020 ini.

Baca Juga: Legenda Liverpool Akui Man City Masih Jadi Favorit Juara Liga Inggris Musim Ini

Mikel Arteta saat sedang menemani Guardiola

Baik Arsenal dan Newcastle disebut-sebut sangat tertarik untuk bisa mendatangkan Arteta, namun semua tawaran itu ditolak oleh Arteta. Penolakan yang dilakukan Arteta itu pun ada alasannya. Hal utamanya karena ia tidak ingin terlalu cepat untuk mengambil keputusan menjadi kepala pelatih.

“Terkadang saya berpikir untuk pergi (dari Man City), namun pada akhirnya saya menghentikan niat saya itu. Pertama-tama, karena saya tak ingin terburu-buru dan saya merasa belum waktunya untuk melangkang ke jenjang tersebut (sebagai pelatih utama),” mengutip dari Metro, Kamis (12/9/2019).

Selain karena tak ingin terburu-buru, alasan Arteta bertahan di Man City karena loyalitasnya kepada klub tersebut. Ia merasa memiliki janji untuk terus membuat Man City semakin membaik. Apalagi, ada satu gelar yang sangat ingin diraih oleh Arteta di Man City sebelum pindah dari klub itu. Gelar yang dimaksud adalah Liga Champions.

Mikel Arteta, asisten pelatih Guardiola di Man City

“Lalu alasan lainnya adalah masalah kesetiaan. Ketika Anda berjanji kepada seseorang untuk terus (bekerja sama) selama setahun lagi, lalu hanya memiliki waktu yang sedikit untuk berpikir, maka tidak baik untuk membuat keputusan itu (pergi). Hal lainnya juga karena saya pikir kami kami memiliki ambisi untuk mencapai mimpi kami semua, yakni menjuarai Liga Champions. Pekerjaan itu harus segera dilakukan,” tukasnya.

ori