JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kabupaten Kudus, Abdul Halid dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Joko Susilo diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus.

Mereka berdua akan diperiksa untuk proses kelengkapan penyidikan atas tersangka Bupati Kudus, Mohammad Tamzil.

“Mereka akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Selain itu, penyidik lembaga antirasuah juga melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Bidang Perdagangan Kabupaten Kudus, Andy Imam Santoso, Kepala Satuan Satpol PP Kabupaten Kudus, Djati Solechah dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuno Widada.

“Mereka juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas tersangka Mohammad Tamzil,” ujar Febri.

KPK telah menetapkan, Mohammad Tamzil sebagai tersangka kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus. Tamzil ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Staf Khusus (Stafsus) Tamzil, Agus Soeranto dan Plt Sekdis DPPKAD Kudus, Akhmad Sofyan.

Bupati Kudus

Bupati Kudus, Mohammad Tamzil (Foto: Instagram)

Akhmad Sofyan diduga telah menyuap Tamzil untuk mendapatkan jabatan di lingkungan Pemkab Kudus. Akhmad memberikan suap sebesar Rp250 juta untuk mendapatkan jabatan kepada Tamzil melalui Uka Wisnu Sejati yang merupakan Ajudan Bupati Kudus ‎dan Agus Soeranto.

Uka Wisnu kemudian mengambil Rp25 juta yang dianggap sebagai jatah perantara. Sisa uang Rp250 juta diberika Uka Wisnu kepada Agus. Agus kemudian menyerahkan sisa uang kepada Ajudan Bupati lainnya untuk membayarkan pembelian mobil Bupati Kudus.

(put)

ori