benzoil peroksida


Bahan paling umum untuk pengobatan jerawat adalah benzoil peroksida (benzoyl peroxide), bahan aktif yang banyak terdapat pada berbagai krim jerawat.

Selama bertahun-tahun, benzoil peroksida telah digunakan sebagai pengobatan yang efektif untuk jerawat ringan hingga sedang.

Cara Kerja Benzoil Peroksida

Bakteri paling umum yang bertanggung jawab atas perkembangan jerawat adalah Propionibacter acnes atau P. acnes.

Bakteri ini bersifat anaerob dan tidak dapat bertahan dalam kondisi aerobik atau lingkungan yang kaya oksigen.

Saat dioleskan ke jerawat, benzoil peroksida memberikan oksigen dalam pori-pori sehingga membunuh bakteri jerawat.

Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin perlu terus menggunakan krim benzoil peroksida bahkan setelah jerawat berkurang.

Jika pengobatan dihentikan, populasi bakteri mungkin akan berkembang lagi.

Oleh karena itu, diperlukan nasihat ahli untuk menentukan berapa lama seseorang bisa menggunakan produk benzoil peroksida untuk mendapatkan hasil maksimal.

Efek Samping Benzoil Peroksida

Meski dinilai cukup efektif melawan jerawat, terdapat beberapa efek samping terkait penggunaan benzoil peroksida. Berikut adalah beberapa diantaranya:

Efek Samping Umum Benzoil Peroksida

– Kulit kering
– Iritasi
– Kemerahan pada kulit
– Kulit mengupas
– Peradangan
– Nyeri

Banyak orang mengalami alergi terhadap benzoil peroksida. Jika Anda hendak menggunakannya untuk pertama kalinya, coba dulu usapkan sedikit pada lengan selama 3 sampai 4 hari.

Jika tidak terjadi alergi, maka krim benzoil peroksida bisa digunakan pada wajah.

Efek Samping karena Alergi

– Ruam kulit
– Gatal
– Pusing
– Kesulitan bernapas
– Pembengkakan
– Dada sesak

Efek Samping Lainnya

– Sisik

Permukaan kulit nampak mulai bersisik dan menebal.

– Lecet & pembengkakan

Kulit mungkin lecet dan bengkak yang terisi cairan akibat penggunaan benzoil peroksida.

– Ruam

Sebagian orang mungkin mengembangkan ruam ringan sampai berat pada wajah.

– Titik Kemerahan

Sebagian orang akan mengalami bintik-bintik merah atau benjolan akibat alergi terhadap krim jerawat benzoil peroksida.

– Jerawat bertambah parah

Pada sebagian kasus, penggunaan benzoil peroksida justru membuat jerawat makin parah.

Jerawat makin parah bisa terjadi saat menggunakan substansi ini secara berlebihan. Beberapa efek samping yang mungkin muncul diantaranya gatal, kemerahan, kulit terasa terbakar, dan ruam.

Perlu diperhaikan pula bahwa benzoil peroksida tidak dianjurkan digunakan oleh wanita hamil dan menyusui, bayi, serta anak-anak di bawah usia 12 tahun.[]

sumber